Feeds:
Tulisan
Komentar

Plihan Hidup

Pilihan Hidup

Sahabat, setiap orang berhak memilih kehidupannya, karena hidup adalah pilihan. Yang perlu kita sadari adalah ketika kita sudah menentukan pilihan kehidupan kita, maka berusahalah menjiwai peran kehidupan tersebut dan menjadikannya pilihan hidup yang dapat membahagiakan kita. Berusahalah menjadikan setiap pilihan kehidupan yang kita jalani menjadi bagian dari kebahagiaan kita.

Sahabat, kalau kita saat ini menghabiskan sepertiga waktu hidup untuk bekerja, berusahalah memberikan makna pada pekerjaan kita sehingga menjadi bagian dari kebahagiaan kita. Kalau kita menghabiskan sebagian hidup dengan berbisnis, maka berusahalah memberi makna perbedaan yang lebih bernilai dalam bisnis kita, sehingga menjadikannya bagian dari kebahagiaan kita. Kalau kita menghabiskan sebagian besar hidup dengan pasangan hidup kita, maka berusalah menjadikan pasangan hidup kita menjadi sumber kebahagiaan kita.

Intinya, apapun pilihan hidup yang sudah kita tentukan, jadikanlah sebagai bagian dari sumber kebahagiaan kita. Kalau kita merasakan tidak bahagia dalam apa yang kita kerjakan saat ini, bagaimana mungkin mengharapkan kebahagiaan dalam realitas kehidupan kita ?

Penting bagi kita memiliki kesadaran untuk memberikan makna perbedaan yang lebih bernilai dalam setiap pekerjaan, hidup maupun bisnis yang kita lakukan saat ini.

Penting bagi kita untuk memberikan nilai yang lebih bermakna dan mulia dalam setiap pilihan hidup yang sudah ditentukan agar menjadikannya sebagai bagian dari kebahagiaan.

Kalau kita menyadari bahwa pilihan pekerjaan dan hidup yang kita lakukan saat ini belumlah memberikan potensi kebahagiaan bagi diri kita, maka segeralah melakukan perubahan. Perubahan dapat diartikan dalam sikap kita, cara berpikir kita, tindakan kita atau dalam pilihan hidup kita. Karena apa yang akan kita hadapi di masa mendatang adalah hasil dari pilihan kita saat ini. Apa yang akan kita lakukan saat ini akan menjadi sebab dari hasil yang akan kita nikmati di masa mendatang. Dengarkan suara hati terdalam dalam menentukan setiap pilihan kehidupan, sehingga apa yang kita lakukan dapat menjadi bagian dari kebahagiaan hidup kita.

Dalam soal kebahagiaan hidup, ada sebuah ungkapan bijak yang pantas kita renungkan adalah,

“Dalam soal menikmati kebahagiaan hidup, sebaiknya jangan hanya menunggu ibu peri yang mengayunkan tongkat ajaibnya untuk memberikan kebahagiaan. Namun kita harus berusaha menjadi ibu peri yang memainkan tongkat ajaib kita sendiri.”

Apakah aktivitas pilihan hidu Anda dalam bekerja, berbisnis telah menjadi sumber kebahagiaan Anda ? Lebih pastinya Anda dapat bertanya demikian, “kalau Anda meninggal hari ini, akankah Anda bahagia dengan cara Anda menghabiskan umur kehidupan selama ini ? Mampukah Anda berdiri dihadapan sang Khalik dan berkata kepada-NYA, akau merasa bahagia karena telah melakukan tugasku dalam kehidupan sesuai amanah yang Tuhan berikan ?

Renungkanlah dan pastikanlah bahwa pilihan hidup anda saat ini telah benar-benar sesuai dengan suara hati Anda. Karena apa yang menjadi kebahagiaan hidup kita, bukanlah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta oleh karena pilihan yang kita tentukan.

Sumber :

Eko Jalu Santoso adalah Penulis Buku “The Art of Life Revolution“, diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia

KAMMI merupakan wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan Pemimpin tangguh

demi terwujudnya masyarakat madani”

Alhamdulillah, segala puji bagi alllah atas apa yang telah dilimpahkannya kepada kita semua. Semoga shalawat serta salam tetap tercurah atas teladan kita pemimpin umat manusia seluruhnya yaitu Rosulullah Muhammad SAW.

Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat,”Aku hendak menjadikan khalifah di Bumi”….(al Baqoroh : 30), memaknai ayat diatas ulama teah sepakat bahwasanya makna dari khalifah adalah pemimpin. Sehingga kepeimpinan sebenarnya telah menjadi fitrah bagi setiap nsan didunia ini,hanya saja ada orang-orang yang kemudian mengotimalkan fitroh tersebut sehingga fitroh itu akan berkembang serta ada juga orang-orang yang hanya menerima fitroh apa adanya sehingga fitroh yang dianugrahkan dari Allah hanya enjadi fitroh sebagai pelengkap hidup.

KAMMI sebagai gerakan dakwah pemuda ternyata manyabut baik fitroh yang telah dianugrahkan kepada setiap manusia. Dengan menjadikan kepemimpinan sebagai visi gerakan hal ini menjadi buktinyata akan pengembangan fitroh kepeimpinan. Kemudian yang menjadi pertanyaan selanjutnya, kepemimpinan seperti apakah yang diharapkan oleh gerakan mahasiswa idealis ini? Sebuah pertanyaan yang semestinya telah dimengerti dan difahami oleh mereka yang katanya terlibat didalamnya.

Kepemimpinan merupakan salah satu point penting yang diusung oleh gerakan KAMMI bahkan selain menjadi visi hal ini pun tertuang dala prinsip gerakan yang menyebutkan bahwa ”kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI”

Sedangkan visi KAMMI adalah KAMMI merupakan organisasi yang memposisikan dirinya sebagai lembaga pencetakatau pembentuk para pemimpin sebagai sarana mewujudkan masyarakat madani. Pemimpin itu sendiri merupakan orang yang memimpin, yang mana arti kata memimpin adalah mengelola, mengendalikan, mengarahkan, menggerakan ataupun lainnya yang bermakna bagaimana seseorang atau sekelompok masa mengikuti apa yang kita inginkan dala mencapai sebuah visi atau cita-cita bersama. Entah menggunakan apapun itu, teladan, perintah, kesepakatan ataupun sebuah perjanjian atau hukum dan undang-undang.

KAMMI sebagai gerakan dakwah Tauhid yang menjadikan Allah sebagai Ghoyyah dan Rosul sebagai Qudwah tentunya memiliki karakter tersesndiri dalam mengimplementasikan Visi kepemimpinannya. Sehingga dari dua hal ini (paradigma gerakan dan Visi gerakan) dapat dikorelasikan bahwa KAMMI sebagai gerakan pencetak pemimpin tentunya akan mencetak pemimpin yang memiliki landasan Tauhid, bergerak atas Tauhid dan berorientasi kepada Tauhid, serta menjadikan Rosul Muhammad sebagai contoh dalam melakukan kepemimpinan. Lalu seperti apakan Rosulullah pada saat menjadi seorag pemimpin?

Konteks kepemimpinan yang dibangun oleh gerakan KAMMI yang coba bukanlah kepemimpinan yang di dasarkan pada kekuasaan semata (Al Qiyadah Al Sulthoniyah), akan tetapi kepemimpinan yang berlandaskan atas tiga hal, yaitu Maknawi, Fikri, Tsaqofi dan Kompetensi. Yang masing-masing ini memiliki pengertian sendiri-sendiri.

Maknawi banyak diistilahkan sebagai bentuk kekuatan Ubudiyah kita dengan Allah SWT. Kepemimpinan dalam KAMMI bukanlah kepemimpinan yang memaksakan untuk mengarahkan kebaikan, akan tetapi kepemimpinan yang diterima secra ikhlas oleh orang yang dipimpin. Kita bisa lihat bagaimana rosulullah membangun kepeimpinan yang bersifat diterima secara ikhlas bukan hanya oleh kaum muslimin, pun kaum diluar muslim menerimanya. Bukan kah Allah SWT, telah meberikan penjelasannya bahwa ketika Allah cinta kepada seorang manusia maka Allah akan menyerukan kepada malaikat penghuni langit dan bumi untuk mencintainya, dan pun malaikat penghuni langit dan bumi akan menyerukan kepada seluruh manusia untuk cinta kepadanya. Artinya ketika kita dicintai oleh Allah SWT, maka seluruh penghuni langit dan bumi pun akan mencintai kita. Ke cintaan Allah kepada kita berkorelasi potif dengan tingginya Ubudiyah kita kepada Allah SWT (kuatnya ma’nawi kita).

Kemudian akankah kita dengan percaya diri akan memimpin umat sementara Allah tidak mencintai kita? Akankah kita memimpin umat ini sementara kita masih menjadi yang hanya bisa memberikan saran dengan mengabaikan teladan? Akankah kita akan merebut kepemimpinan umat ini semetara kita masih termasuk golongan orang yang enggan membaca quran, enggan untuk bangun malam, serta masih suka berselimaut disaat datang fajar kemenangan (Ba’da Shubuh). Tidak sedikit para pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya dari kelihaian beretorika, kecerdasan berfikir, kemampuan mobilisasi masa (walaupun massa juga bagian dari kelompoknya yang menjalankan sesuatu karena takut dengan perintah dan taklid tanpa adanya kefahaman), dan ternyata sebanyak itu pula para pemimpin yang justru lebih banyak memberikan muhdorot dari mashlahat. Banyak pemimpin bermimpi bahwa ia telah memberikan begitu banyak mashlahat tetapi kenyataannya merekamenjadi penyebab munculnya mudhorot.

 

 

 

Hasil sementara KPU, 9 Juli 2009 Pukul 12.30 WIB

SBY menang satu putaran.

sby

Oleh: Ustd. Rahmat Abdullah (alm)ustad

Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A’raf Ayat 163 : “Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka”. Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma’ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.

Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda’wah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah rata-rata kader da’wah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.

Seorang masyaikh da’wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda’wah. Diajak menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda’wah, da’wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. “Ternyata kayanya kaya begitu saja”, ujar Syaikh tersebut.

Ternyata kita temukan kuncinya, “Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka”. Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum’at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da’wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan me-nyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.

capresTinggal menunggu hitungan hari, pesta demokrasi pemilihan presiden akan di selenggarakan. rakyat indonesia disuguhi tiga pasangan capres-cawapres yang akan berkompetisi. seperti biasa masa kampanye pilpres inipun diisi dengan penyampaian janji-janji pasangan capres-cawapres. sementara itu masyarakat Indonesiapun sampai saat ini masih menyimpan harapan besar untuk para pemimpin sampai harapan itu terbawa menjadi mimpi.

akankah mimpi masyrakat Indonesia akan menjadi kenyaataan  lima tahun ke depan?

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!